Namecheap

Kamis, 30 April 2015

Kalau elo laki denger nih :D

Kalau elo laki denger nih :D




from One Day One Juz's Facebook Wall

Untuk kalian calon ibu....

Untuk kalian calon ibu....




from One Day One Juz's Facebook Wall

Tahajud mampu menenangkan hati Bermunajatlah pada Sang Illahi, agar hidup di rid...

Tahajud mampu menenangkan hati
Bermunajatlah pada Sang Illahi, agar hidup di ridhoi dan diberkahi.




from One Day One Juz's Facebook Wall

Selamat berbuka puasa untuk wilayah DKI JAKARTA DAN SEKITARNYA. JANGAN LUPA DOA...

Selamat berbuka puasa untuk wilayah DKI JAKARTA DAN SEKITARNYA.
JANGAN LUPA DOA UNTUK SAUDARA-SAUDARA KITA YANG SEDANG DI TIMPA MUSIBAH..
SEMOGA ALLAH SWT RINGANKAN BEBANNYA.

from One Day One Juz's Facebook Wall

Bagai mana dengan kamu..

Bagai mana dengan kamu..




from One Day One Juz's Facebook Wall

Rabu, 29 April 2015

Alhamdulillah wa Lillahil Hamd... Republika edisi 30 April 2015 twitter:@BhayuS...

Alhamdulillah wa Lillahil Hamd...
Republika edisi 30 April 2015
twitter:@BhayuSubrata




from One Day One Juz's Facebook Wall

Wahai para lelaki, tak perlulah kalian berwajah tampan. Berjenggot seperti Nabi...

Wahai para lelaki, tak perlulah kalian berwajah tampan. Berjenggot seperti Nabi pun sudah cukup bagiku.

Wahai lelaki, tak perlulah kamu berpakaian mewah. Asal pakaianmu diatas mata kaki pun sudah menawan bagiku.

Tak perlulah kamu bermobil mahal, beralas kaki berjalan ke masjid lima kali sehari pun sudah hebat di mataku.

Tak perlulah kamu berwajah bersih, sering kau basuh dengan air wudhu pun sudah indah di mataku.

Tak perlulah kamu bersuara indah, cukup kau gunakan untuk selalu berdzikir pun sudah ku idolakan kamu.

Tak perlulah kamu berotot kuat, cukup kuat untuk bangun sepertiga malam pun sudah mempesona di mataku.

Tak perlulah kamu kaya raya, asal kau sedekahkan hartamu untuk fakir miskin dan anak yatim pun sudah luar biasa dirimu.

Tak perlulah kau pernah melanglang buana kemana-mana, cukup kau langkahkan kakimu ke majelis ilmu pun sudah membuatku kagum.

Tak perlu kau jadi pemimpin dimana-mana, cukup pimpin ibadahku.
Tuntun aku menuju firdausNya.

Aku tak perlu yg sempurna mencintaku, cukuplah kamu sempurna mencintaiNya dan sewajarnya saja mencintaiku.

Jadikan aku sebaik-baik wanita, tuntun aku tanpa lelah. Agar bersama kita menuju Jannah.




from One Day One Juz's Facebook Wall

Yuk Tahajud :-D

Yuk Tahajud :-D


Timeline Photos
Di malam hari hendaklah engkau shalat Tahajud sbg tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Allah mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS.Al-Israa:79) Selamat menunaikan sholat Tahajud sob, mintalah pada-Nya. Semoga Allah kabulkan atas doa dan harapanmu. #RZTahajud

from One Day One Juz's Facebook Wall

“sesungguhnya dakwah ini tidak membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan d...

“sesungguhnya dakwah ini tidak membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah”




from One Day One Juz's Facebook Wall

Selasa, 28 April 2015

Inspirasi pagi: Nabi saw. bersabda, "Jagalah Al-Quran ini. Demi Allah, yang jiw...

Inspirasi pagi:

Nabi saw. bersabda, "Jagalah Al-Quran ini. Demi Allah, yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepasnya daripada unta dari tali ikatannya" ... (HR Bukhari Muslim)

Maka, "Siapa meninggalkan Al-Quran (tidak membaca, menghapal, atau berinteraksi dengannya) sehari, Al-Quran akan meninggalkannya seminggu.

Siapa meninggalkan Al-Quran seminggu, Al-Quran akan meninggalkannya sebulan.

Siapa meninggalkan Al-Quran sebulan, Al-Quran akan meninggalkannya setahun.

Siapa meninggalkan Al-Quran setahun, seseorang akan lupa dengan Al-Quran (dan Al-Quran pun akan melupakannya). Kalau sudah menghapalnya, seseorang harus memulai lagi hapalannya dari awal."

(Syaikh Muhammad Husnain Jibril) @ Suara Hidayatullah, Edisi Oktober 2008.




from One Day One Juz's Facebook Wall

MARI AMINKAN DOA KITA INI "Duhai Allah, berkahi rejeki kakek penjual es ini. Se...

MARI AMINKAN DOA KITA INI

"Duhai Allah, berkahi rejeki kakek penjual es ini. Sehatkan jiwa dan raganya agar ia senantiasa mmapu memenuhi kewajibannya dalam ibadah dan mencari nafkah. Ridhai segala peluhnya agar menjadi saksi dari tanggung jawabnya dalam mengayuh beban di dunia. Dan jangan biarkan ia putus asa dari rahmat-Mu gegara fitnah dunia yang merajamnya. Dan berkahi hidup saudara-saudara muslim kami, dimana pun mereka berada. Aamiin yaa robbal'alamin."




from One Day One Juz's Facebook Wall

SEBUAH AJAKAN AYAH EDY, BAGI PARA ORANG TUA YANG MASIH SAYANG PADA ANAK-ANAKNYA...

SEBUAH AJAKAN AYAH EDY, BAGI PARA ORANG TUA YANG MASIH SAYANG PADA ANAK-ANAKNYA

Ketika sebuah SISTEM PENDIDIKAN menuntut muridnya harus dapat nilai yang tinggi dan bukannya berakhlak yang tinggi.

Ketika para orang tua lebih sibuk untuk mengirim anaknya ke bimbel2 dan les untuk memintarkan anaknya dan bukan sibuk membangun akhlak dan etika perilaku moralnya.

Ketika siaran demi siaran di tv lokal begitu banyak menayangkan sinetron atau reality show dengan adegan2 yang merusak akhlak anak, namun para orang tua tidak peduli dan tidak juga mau menyingkirkan hal merusak tersebut dari rumahnya hingga anak2 mencontoh adegan-adegan tersebut di sekolahnya.

Ketika anak-anak di pedesaan tidak lagi menjadi anak yang lugu seperti zaman kita kecil dulu, tapi sudah tidak kalah hancur perilakunya dari anak-anak perkotaan.

Inikah potret generasi penerus bangsa yang bisa kita harapkan?

Ketika ini semua terjadi, masihkah kita sebagai orang tua tetap berdiam diri?

Berbuatlah sekarang juga sebelum kita menyesal kemudian.

Mari kita belajar parenting, mari kita didik perilaku anak kita lebih baik agar menjadi anak yang berakhlak mulia dan beradab

dan mari kita bangun Indonesia yang kuat dari keluarga.

Kalau bukan kita yang peduli mau berharap pada siapa lagi?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?

Share-lah tulisan ini pada sebanyak-banyaknya orang tua, guru dan para pendidik di seluruh tanah air tercinta.

-ayah edy-
www.ayahedy.tk

Mari kita unduh secara gratis Parenting Talkshow Ayah Edy melalui link2 berikut ini:

http://ift.tt/1IiUAqt




from One Day One Juz's Facebook Wall

Indonesia mayoritas Islam tp, yg paling disudutkan Muslim. lebih serem yg pake...

Indonesia mayoritas Islam tp, yg paling disudutkan Muslim.

lebih serem yg pake cadar, daripada yg pake rok mini.

lebih serem orang berjenggot, daripada yg tatoan.

pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI ga ape2.

lebih curiga sama yg rajin ibadah di mesjid, daripada orang yg mabok2an dan judi.

diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba internasional bisa di nego.

lebih mentolelir aliran sesat, daripada syariat.

Dunia dah kebolak balik?

Yang Nyunnah - Radikal,
Yang nyeleneh - Toleran.

Yang muda sholat 5 waktu - Waspadai,
Yang muda ga sholat - masih muda.

Yang jenggotan rajin ke masjid - Teroris,
Yang jenggotan rajin dugem - keren.

Yang ke majelis ta'lim pekanan - fanatik,
Yang ke bioskop harian - gaul.

Yang hapal qur'an 30 juz - militan,
Yang hapal banyak musik - hebat.

Yang pakai baju koko - sok alim,
Yang ga pake baju - jantan.

Yang hariannya bicara islam - sok kiai,
Yang hariannya ghibah - up to date.

Media islam - radikal,
Media porno - kebutuhan.

Buka Mata Hati Anda hai manusia!

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu, Nabi menjawab: Mereka ialah orang2 yg senantiasa melakukan kebaikan ditengah kerusakan. (HR. Ahmad)




from One Day One Juz's Facebook Wall

Senin, 27 April 2015

Minggu, 26 April 2015

Kopdar #2 ODOL Kidz Purwokerto Jateng,26 April 2015 brsm Penggagas ODOj,Tokoh Pe...

Kopdar #2 ODOL Kidz Purwokerto Jateng,26 April 2015 brsm Penggagas ODOj,Tokoh Perubahan 2014




from One Day One Juz's Facebook Wall

BerHati-hati yah sahabat.. Silahkan di Share semoga bermanfaat...

BerHati-hati yah sahabat..
Silahkan di Share semoga bermanfaat...




from One Day One Juz's Facebook Wall

Kajian Tauhiid DPU DT Jogja feat ODOJ DIY,25 April 2015 @ Maskam UGM.

Kajian Tauhiid DPU DT Jogja feat ODOJ DIY,25 April 2015 @ Maskam UGM.




from One Day One Juz's Facebook Wall

Assalammualaikum wr wb. Selamat pagi ODOJers.. Sudah kholasKah pagi ini.. -KeepD...

Assalammualaikum wr wb.
Selamat pagi ODOJers..
Sudah kholasKah pagi ini..
-KeepDzikir-
Yang sudah gajian jangan lupa zakatNya supaya bersih hartaNya :)




from One Day One Juz's Facebook Wall

Seberapa Panaskah Api Neraka Itu?

Rasanya ingin menangis kalau mendengar kata neraka, karena bnyak sekali hadis yang menerangkan tentang siksaan neraka, panas neraka, dan makanan dan minuman yang mematikan di neraka. Astaghfirullah :(Jadi teringat kepada syair yang di tulis oleh Abu Nawas :Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-MuNamun, aku tidak kuat dengan panasnya api nerakaTerimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosakuSesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besarBenar Ya Allah, kami tak pantas masuki surga-Mu tapi kami pun tak kuat kalau kami masuki neraka-Mu.Kami hanya memiliki harapan yang kuat kalau Engkau akan mengampuni dosa-dosa kami dan memasukan kami kedalam Surga-Mu Ya Allah

from One Day One Juz's Facebook Wall

Sabtu, 25 April 2015




from One Day One Juz's Facebook Wall

selamat berakhir pekan #ODOJer. sudah ada agenda apa hari ini bersama keluarga?

selamat berakhir pekan #ODOJer.

sudah ada agenda apa hari ini bersama keluarga?

from One Day One Juz's Facebook Wall

Spirit of Tahajud #37: Ibnu Abbas ra berkata: "Seseorang akan menjadi mulia krn...

Spirit of Tahajud #37:
Ibnu Abbas ra berkata: "Seseorang akan menjadi mulia krn melakukan qiyamullail. Dia akan menjadi kaya..." (Ash-Shalat wa at Tahajud:63)

from One Day One Juz's Facebook Wall

kholas?

kholas?

from One Day One Juz's Facebook Wall

PIDATO YANG MEMBUAT MERINDING. SAYA SEORANG MUSLIM ISLAM ADALAH SEMPURNA TAPI...

PIDATO YANG MEMBUAT MERINDING.

SAYA SEORANG MUSLIM
ISLAM ADALAH SEMPURNA
TAPI SAYA TIDAK SEMPURNA JIKA SAYA BERBUAT KESALAHAN. JANGAN SALAHKAN ISLAM. TAPI SALAHKAN SAJA SAYA.





from One Day One Juz's Facebook Wall

Akhirnya baca Juga,berawal dari sebuah langkah kecil tapi niat yang begitu mulia...

Akhirnya baca Juga,berawal dari sebuah langkah kecil tapi niat yang begitu mulia Alhamdulillah ODOJ untuk ummat yang lebih baik,Melangitkan manusia dengan membumikan Alquran . program ODOJ adalah salah satu jawaban kegelisahan Ummat skr ini,Mari kembali pada alquran.Semangat berjuang para odojers tetap istiqomah,untuk Ust Bhayu Subrata & Ust Pratama Kami berterimkasih atas gagasannya, Semoga tetap memberi kami inspirasi2 kebaikan dan untuk pengurus Pusat semoga tetap semangat melahirkan ide2 kreatif agar semangatnya mengalir kedaerah2




from One Day One Juz's Facebook Wall

Jumat, 24 April 2015

Kominex 814/04/04/2015 Tanggal : 24 April 2015 Perihal : Silatbar & Wakaf Al Q...

Kominex 814/04/04/2015
Tanggal : 24 April 2015
Perihal : Silatbar & Wakaf Al Quran
Tujuan : ODOJers Surabaya dan Umum

####################

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Untuk mempererat ukhuwwah dan meningkatkan kecintaan kita kepada Al Quran, kami mengundang ODOJers Surabaya & Umum, menghadiri silaturrahim akbar ODOJers Surabaya dan wakaf Al Quran untuk saudara/i disabilitas.

In Syaa Allah dilaksanakan pada:
Hari : Ahad
Tanggal : 3 Mei 2015
Pukul : 19.00 WIB-selesai
Tempat : Islamic Book Fair, Jln. Pemuda, Surabaya

•Tema•
Pendidikan Islami untuk Menjadikan Surabaya Madani

•Narasumber•
Ustadz Mudawi Ma'arif, Lc.

Susunan Acara:
18.30-19.00 WIB: Registrasi
19.00-19.10 WIB: Pembukaan
19.10-19.20 WIB: Sambutan Ketua DPA Surabaya
19.20-19.30 WIB: Ngareng (Ngaji Bareng)
19.30-20.30 WIB: Tausiyah oleh Ustadz Mudawi Ma'arif, Lc.
20.30-20.40 WIB: Pembagian doorprize
20.40-21.00 WIB: Penutupan

Format pendaftaran:
Silatbar_Nama_L/P_No. HP_Grup ODOJ/Umum_Domisili

Kirim melalui SMS/WA ke:
Ikhwan: 08983807055 (Doni)
Akhwat: 082231037203 (Yuyun)

Catatan:
1. Mengenakan pakaian syari
2. Membawa mushaf Al Quran
3. Al Quran diberikan langsung di tempat acara (wakaf Al Quran @ Rp50.000,00)
4. Teknis penyaluran Al Quran harap menghubungi kontak person di atas.

Jazakumullah khairan katsiran.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
-DPA ODOJ Surabaya-
#a1ae#




from One Day One Juz's Facebook Wall

Jika setiap doa kita terus di kabulkan. Bagaimana kita dapat belajar ikhtiar.. :...

Jika setiap doa kita terus di kabulkan. Bagaimana kita dapat belajar ikhtiar.. :)
YUKS Semangad Tilawah..
#1JutaODOJers2017




from One Day One Juz's Facebook Wall

Bismillahirrahmairrahim Setiap orang ingin menikah dengan orang yang ia cintai....

Bismillahirrahmairrahim

Setiap orang ingin menikah dengan orang yang ia cintai.
Namun tidak jarang cinta itu bertepuk sebelah tangan.
Bagaimana cara mengelola hati ketika cinta tertolak?
Ketika lamaran yang disampaikan baik-baik tidak diterima?

Kita dapat belajar dari sikap Salman
Al-Farisi.
Ia adalah salah seorang sahabat Rasulullah. Sebelum masuk Islam, Salman al-Farisi adalah seorang bangsawan dari Persia.
Hal itu membuatnya menjadi penganut agama Majusi. Akan tetapi, ia tidak merasa nyaman dengan agamanya.
Pergolakan batin yang alami mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya.
Pencarian itu membawanya hingga ke jazirah Arab dan akhirnya memeluk agama Islam.

Salman Al-Farisi menjadi pahlawan dengan ide membuat parit dalam upaya melindungi kota Madinah dalam pertempuran Khandaq. Setelah Nabi Muhammad meninggal,
ia dikirim untuk menjadi gubernur di daerah kelahirannya.
Salman termasuk sahabat nabi yang dekat bahkan pada sebuah riwayat Rasulullah saw menyatakan, “Salman termasuk keluraga bagi kami.”

Ketika tiba masanya bagi Salman Al Farisi untuk menikah, ia bersiap melamar seorang wanita pujaannya.
Seorang wanita Anshar yang ia kenal sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya.

Namun ia merasa asing, sebab Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Kota itu memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya.
Ia berpikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang.
Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khitbah. Maka ia menyampaikan gejolak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.

”Subhanallaah... wal hamdulillaah...”,
Abud Darda’ girang mendengarnya. Mereka berdua tersenyum bahagia dan berpelukan. Setelah cukup persiapan, kedua shahabat itu beriringan menuju sebuah rumah di tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia.
Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya.
Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia.
Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama.
Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada putri kami.
” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang putri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu.
Ternyata sang ibu yang bicara mewakili putrinya.
”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman.
Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jawaban yang mengejutkan dan ironis.
Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya!
Namun kisah ini belum berakhir.
Mari kita dengar ucapan Salman setelah mendengar jawaban itu.

”Allahu Akbar!
Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda
dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!
Teman baikku dunia akhirat Dan aku akan menjadi saksi pernikahan bersejarah kalian Air mata kasih dan syukur mengharu biru di rumah itu.

Dapat engkau bayangkan...???
sebuah perasaan cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati.
Juga sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Begitulah apabila cinta didasarkan pada cinta karena Allah
Sakit akan berubah menjadi Indah.

Mari kita belajar pada Salman Al-Farisi yang justru berbahagia ketika cintanya ditolak. Sebab, Salman Al-Farisi bangga dapat menitipkan cintanya pada saudara angkatnya. Jika cinta kita tertolak, itu bukan akhir dunia
Bisa jadi Allah siapkan calon yang lebih baik dari pilihan kita Seperti kata pepatah
"kalau jodoh tak lari ke mana"




from One Day One Juz's Facebook Wall

:: HATI-HATI, HADITS DHAIF (LEMAH) DAN PALSU (MAUDHU)... SEPUTAR BULAN RAJAB ::...

:: HATI-HATI,
HADITS DHAIF (LEMAH) DAN PALSU (MAUDHU)...
SEPUTAR BULAN RAJAB ::

Bismillah was shalatu was salamu ‘alaa rasulillah
.
Berikut beberapa hadis dhaif seputar bulan Rajab, yang disarikan dari karya para ulama ahli hadis.
Jika Anda menjumpai satu amal tertentu di bulan Rajab, barangkali pangkal masalahnya adalah karena hadis dhaif berikut:
.
1. Hadis:
“Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada susu, lebih manis dari pada madu, siapa yang puasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberi minum orang ini dengan air sungai tersebut.”
.
(Riwayat Abul Qosim At Taimi dalam At Targhib wat Tarhib, Al Hafidz Al Ashbahani dalam kitab Fadhlus Shiyam, dan Al Baihaqi dalam Fadhail Auqat. Ibnul Jauzi mengatakan dalam Al Ilal Al Mutanahiyah: Dalam sanadnya terdapat banyak perawi yang tidak dikenal, sanadnya dhaif secara umum, namun tidak sampai untuk dihukumi palsu.).
.
2. Hadis tentang doa memasuki rajab:
“Allahumma baarik lanaa fii Rajabin wa sya’baana wa ballighnaa Ramadhaana.”
.
(Riwayat Ahmad, dan di sanadnya terdapat perawi Zaidah bin Abi Raqqad, dari Ziyadah An Numairi. Tentang para perawi ini, Imam Bukhari mengatakan, “Munkarul hadis”. An Nasa’i mengatakan, “Munkarul hadis”. Sementara Ibn Hibban menyatakan, “Hadisnya tidak bisa dijadikan dalil”.
.
3. Hadis: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah puasa setelah Ramadhan, selain di bulan Rajab dan Sya’ban.”
.
(Riwayat Al Baihaqi. Ibn Hajar mengatakan, “Ini adalah hadis munkar, disebabkan adanya perawi yang bernama Yusuf bin Athiyah, dia orang yang dhaif sekali” Tabyinul Ajbi, Hal. 12).
.
4. Hadis: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
.
(Riwayat Abu Bakr An Naqasy. Al Hafidz Abul Fadhl Muhammad bin Nashir mengatakan, “An Naqasy adalah pemalsu hadis, pendusta”. Ibnul Jauzi, As Shaghani, dan As Suyuthi menyebut hadis ini dengan hadis maudhu’).

5. Hadis: “Keutamaan Rajab dibanding bulan yang lain, seperti keutamaan Alquran dibanding dzikir yang lain.”
.
(Ibn Hajar mengatakan, “Perawi hadis ini ada yang bernama As Saqathi, dia adalah penyakit dan orang yang terkenal sebagai pemalsu hadis”).

6. Hadis: “Rajab adalah bulan Allah Al Asham. Siapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, atas dasar iman dan ihtisab (mengharap pahala) maka dia berhak mendapat ridla Allah yang besar.”
.
(Hadis palsu, sebagaimana penjelasan As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah).

7. Hadis: “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari bulan Rajab, Allah catat baginyu puasa sebulan penuh. Siapa yang puasa tujuh hari, maka Allah menutup tujuh pintu neraka.”
.
(Hadis maudhu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:206)

8. Hadis: “Siapa yang shalat maghrib di malam pertama bulan Rajab, setelah itu dia shalat dua puluh rakaat, setiap rakaat dia membaca Al Fatihah dan surat Al Ikhlas sekali, dan dia melakukan salam sebanyak sepuluh kali. Tahukah kalian apa pahalanya?” ….lanjutan hadis: “Allah akan menjaga dirinnya, keluarganya, hartanya, dan anaknya. Dia dilindungi dari siksa kubur…”
.
(Hadis maudhu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu‘at, 2/123)

9. Hadis: “Siapa yang puasa di bulan Rajab dan shalat empat rakaat…maka dia tidak akan mati sampai dia melihat tempatnya di surga atau dia diperlihatkan.”
.
(Hadis maudhu (palsu), sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:124, Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 47)

10. Hadis Shalat Raghaib:
“Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadlan bulan umatku… namun janganlah kalian lupa dengan malam Jumat pertama bulan Rajab, karena malam itu adalah malam yang disebut oleh para malaikat dengan Ar Raghaib.
Dimana apabila telah berlalu sepertiga malam, tidak ada satupun malaikat yang berada di semua lapisan langit dan bumi, kecuali mereka berkumpul di Ka’bah dan sekitarnya.

Kemudian Allah melihat kepada mereka, dan berfirman:
‘Wahai malaikat-Ku, mintalah apa saja yang kalian inginkan’.
Maka mereka mengatakan: ‘Wahai Tuhan kami, keinginan kami adalah agar engkau mengampuni orang yang suka puasa Rajab’.
Allah berfirman:
‘Hal itu sudah Aku lakukan’.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Siapa yang berpuasa hari kamis pertama di bulan Rajab, kemudian shalat antara maghrib sampai isya –yaitu pada malam Jumat– dua belas rakaat…’.”

(Hadis maudhu (palsu), sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:124 – 126, Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ujbi, Hal. 22 – 24, dan As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 47 – 50).

11. Hadis: “Barangsiapa yang shalat pada malam pertengahan bulan Rajab, sebanyak 14 rakaat, setiap rakaat membaca Al Fatihah sekali dan surat Al Ikhlas 20 kali…”

(Hadis maudhu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:126, Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ujbi, Hal. 25, As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 50).

12. Hadis: “Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang agung, siapa yang berpuasa sehari, Allah akan mencatat baginya puasa seribu tahun…”
.
(Hadis palsu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:206–207, Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ujbi, Hal. 26, As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 101, As Suyuthi dalam Al Lali’ Al Mashnu’ah, 2:115)
.
Wallahu Ta’ala a’lam..

.
sumber nukilan:
Dikumpulkan oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel http://ift.tt/MrUi7L

Haram Menyebar Hadits Palsu
========================

Al-Mughirah bin Syu’bah meriwayatkan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
“Sesungguhnya pembohongan yang dilakukan ke atasku adalah tidak sama dengan pembohongan yang dilakukan ke atas orang lain. Barangsiapa yang membuat pembohongan terhadapku dengan sengaja, maka bersedialah dia dengan tempat duduknya di dalam api neraka.”
(Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari).

.
Syeikh Abu Asma’ Ibrahim bin Ismail Ali ‘Asr menjelaskan dalam pendahuluannya kepada suntingan karya Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani yang bertajuk ‘Tabyin al-‘ajab bi ma warada fi fadhl Rajab’, ramai dalam kalangan pendakwah, penceramah, guru agama, khatib yang tidak sensitif terhadap hadits maudhuk, sehingga mereka menyampaikannya kepada masyarakat tanpa berusaha mengenalpasti status sesuatu hadits. Perkara merbahaya ini boleh menceburkan mereka dan anggota masyarakat yang menyebarkan hadits palsu dalam ancaman Nabi (yang artinya):
.
“Barangsiapa yang berdusta terhadapku, maka bersedialah tempatnya di dalam api neraka”. Walaupun mereka tidak berniat untuk melakukan pendustaan terhadap Rasulullah, tetapi dengan tindakan mereka menyebarkan hadits palsu sedangkan mereka sudah dijelaskan kepalsuan hadits itu, mereka telah terjebak dalam melakukan pendustaan terhadap Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
.
Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, (yang artinya):
“Cukuplah seseorang itu sudah dianggap berdosa dengan dia menyebarkan segala berita yang didengar tanpa disiasat terlebih dahulu.”
(Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim).

.
Umat Islam tidak perlu disajikan dengan pahala dan fadhilat untuk melakukan amalan khusus hanya di bulan Rajab sahaja, sedangkan ia bersumberkan riwayat/hadits palsu yang merupakan pembohongan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
.
Adalah amat baik kita dapat melazimi diri dengan melaksanakan amal ibadah secara berterusan yang bersumberkan dalil yang benar dari al-Quran dan hadits shahih; tentang kelebihan menghidupkan malam dengan solat sunat seperti tahajud dan witir, puasa sunat Senin-Kamis, puasa sunat hari ke 13, 14, dan 15 setiap bulan, puasa sunat selang sehari seperti cara puasa Nabi Daud.

Marilah sama-sama kita memelihara kemuliaan bulan haram seperti bulan Rajab ini dari dicemari dengan hadits palsu.
.
Wallahu a’lam.

Sebenar-benar Perkataan adalah Kalamullah...
Sebaik-baik Petunjuk adalah Petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam...

---
di larang berdebat. :)
semoga bermanfaat
ambil yang baik jika ada perbedan pendapat di persilahkan :)




from One Day One Juz's Facebook Wall

Kamis, 23 April 2015

Ingat kawand..

Ingat kawand..




from One Day One Juz's Facebook Wall

"Kisah Yang Terjadi Pada Beberapa Tahun Yang Lalu" KISAH SEPIRING NASI dan SEGE...

"Kisah Yang Terjadi Pada Beberapa Tahun Yang Lalu"

KISAH SEPIRING NASI dan SEGELAS TEH MANIS YANG LUAR BIASA (Kisah Nyata Penuh Inspirasi)

"SAYA BELUM MAKAN SEJAK KEMARIN, TAPI SAYA BELUM DAPAT UANG DARI HASIL CARI SAMPAH DAN SAYA TIDAK MAU MINTA, KARENA SAYA BUKAN PENGEMIS" Tutur seorang bapak tua.

Kisah mengharukan tentang kehidupan seorang tukang sampah di Jakarta ini diceritakan oleh seorang kaskuser yang merupakan pegawai kantor di daerah sana. Sang tukang sampah tidak banyak bicara, namun perilaku beliau sungguh menusuk hati kita semua. Derajat moralnya jauh lebih tinggi daripada moral tokoh-tokoh politik negeri ini yang terlibat kasus korupsi. Mari kita simak kisah nyata singkat tentang seorang Tukang Sampah ini.

Barusan ane istirahat makan di kantor ane, kebetulan kantor ane di daerah yang lumayan 'minus' sih gan.. kalo agan-agan yang ada di Jakarta mungkin tau daerah Stasiun Kota kaya gimana. Banyak pengemis, gelandangan dan orang-orang yang tingkat kehidupannya (maaf) dibawah
kesejahteraan.

Sebelum nyari makan, ane beli rokok dulu gan biar tar abis makan ga bingung nyari rokok.. Ane nyalain satu batang.. Sambil nge-rokok ane jalan buat nyari tempat yang enak buat duduk dan makan. sampe akhirnya ane nemu sebuah tempat yang menurut ane enak dan teduh,ane celingukan soalnya
semua tempat duduk uda dipake orang-orang. Di sela-sela celingukan ane, seorang bapak tua bilang ke ane:

"Silakan pak, disini aja duduk sama saya" katanya.. ane iyain aja gan, meskipun rada panas tapi yang ada cuman disitu doang.. Ane perhatiin bapak itu gan, orangnya uda tua banget, kurus, giginya uda ompong,rambutnya uda putih semua, bawa-bawa tas besar ama kresek isinya plastik-plastik gitu. Dimulailah obrolan ane ama bapak
itu gan.

A : Ane, B : Bapak --------------------------------
A: lagi nunggu apa pak?
B: nggak mas, ini cuma duduk-duduk aja abis cari sampah seharian.. capek..
A: Jalan dari jam brapa pak?
B: dari pagi mas, uda lumayan banyak dapetnya ini..
A: oohhh...

Obrolan sempat brenti bentar gan, ane nikmatin rokok, bapaknya ngerapiin plastik2nya gitu.. Sampe pada akhirnya ane liat si Bapak pijet2in kepalanya gitu sambil hela napas panjang..

A: pusing ya pak? siang2 panas gini emang bikin pusing..
B: (ketawa kecil) iya mas.. agak pusing kepala saya..
A: bapak ngerokok? ini kalau bapak mau..
(sambil ane sodorin rokok ane yang tinggal sebatang)
B: nggak mas makasih, saya nggak ngerokok.. sayang uangnya, mending buat makan daripada beli rokok.. lagian ga bagus juga buat badan.
Dalem ati gw rada tertohok juga gan..
A: iya juga sih pak.. (nginjek rokok ane) Abis itu gw denger suara perut gan.. *kruuuuukk*
gitu. Gw spontan noleh ke arah si bapak.

A: Bapak belum makan pak?
B: (senyum) belum mas, aga nanti mungkin..
A: wah, tar tambah pusing pak?
B: iya mas, saya udah biasa kok..
ga lama, kedengeran lagi bunyi perutnya gan..
A: Bapak beneran ga mau makan pak?
B: iya mas,nanti aja...
gw uda ngerasa kalo bapak ini bukannya ga mau makan gan,tapi beliau ga punya uang buat makan..
A: bentar ya pak, saya ke warung dulu pesen makan..
B: oh.. iya mas, silakan..
ane nyamperin tukang nasi padang terdekat, ane pesen buat ane sendiri ama ane inisiatif beliin nasi ma ayam buat si bapak. Selese pesen, ane bawa tu nasi dua piring ke tempat duduk tadi, trus duduk.. Ane mau langsung ngasi tapi kok ane takut kalo bapaknya salah tangkep ato tersinggung gan, jadi ane akting dikit. Ane pura-pura dapet telpon dari temen ane.

A: (pura2 telpon) yaaah? ga jadi kesini? uda gw beliin
nih... ooohh.. gitu... yauda deh gapapa.. *belaga tutup telpon*
A: wah payah nih temen saya,uda dibelikan makanan ternyata ga jadi..
B: (senyum) ya ga papa mas,dibungkus aja nanti bisa dimakan sore..

A: wah, keburu basi pak kalo nanti sore.. dimakan sekarang pasti ga abis.. gimana ya? mmmm... Bapakkan belum makan siang,ini makanan daripada sayang ga ada yang makan gimana kalo bapak aja yang makan pak? nemenin saya makan sekalian pak..
B: waduh mas, saya ga punya uang buat bayarnya..
A: gapapa pak, makan aja.. saya bayarin dah! saya lagi ulang taun hari ini..(bo'ong)
B: wah.. beneran ga papa mas? saya malu..
A: lho? ngapain malu pak? udah bapak makan aja..
B: iya mas, selamat ulang tahun ya mas..
A: iya pak.. bapak mau mesen minum sekalian nggak? saya mau pesen..
B: nggak mas.. nggak usah.. Ane manggil tukang minuman, ane mesen 2 es teh manis..
B: lho mas? saya nggak pesen.
A: iya pak, saya beli dua.. haus banget soalnya..(ane bo'ong lagi gan) Tanpa gw duga gan, si bapak netes aermatanya.. beliau ngucap syukur berkali kali.. beliau ngomong ke ane..
B: mas, saya makasih sudah dibelikan makanan.. saya belum makan dari kemarin sebetulnya. cuma saya malu mas, saya inginnya beli makan sama uang sendiri karena saya bukan pengemis.. saya sebetulnya lapar sekali mas, tapi saya belum dapet uang hasil nyari sampah..

Ane tertegun denger omongan beliau gan, ga sadar ane ikut ngerasa perih banget dalem ati.. nyesek banget dalem ati ane,ane secara ga sadar hampir netesin aermata.. tapi ane berlagak cool..

A: yauda, bapak makan aja nasinya.. nanti kalau kurang saya pesankan lagi ya pak? jangan malu- malu..

B: (masi nangis) iya mas.. makasih banyak ya mas.. nanti yang diatas yang bales..

A: iya pak makasi doanya.. Akhirnya ane makan berdua ama beliau,sambil cerita-cerita.

Dari cerita beliau ane tau kalo beliau punya dua anak, yang atu uda meninggal karena kecelakaan. yang atunya uda pergi dari rumah ga pulang-pulang udah 3tahun. istri beliau uda meninggal kena kanker tahun lalu. dan parahnya lagi rumahnya diambil ama orang kredit gara-gara ga bisa ngelunasin uang pinjaman buat ngobatin istrinya.. Miris banget ane dengerin cerita beliau gan, sebatang kara, ga punya rumah, anaknya durhaka, jarang makan.. malah beliau crita pernah dipalak preman waktu mulung di jakarta..

Rasanya ane beruntung banget ama kondisi ane sekarang, ane nyesel pernah ngeluh tentang kerjaan ane, tentang kondisi kosan ane, dsb.. sedangkan bapak ini dengan kondisi yang serba kekurangan masih selalu tersenyum.. rasanya sepiring nasi padang dan segelas es teh yang ane kasi ga setimpal banget ama pelajaran yang ane dapet.. Tadi ane belum ambil uang, jadi ane cuma ngasi seadanya kembalian dari warung padang ke bapak
itu,itupun pake eyel2an dulu ma bapaknya soalnya beliau ga mau dikasi uang. tapi akhirnya dengan sedikit maksa ane kasi uang ke beliau. ane didoain banyak banget ama bapak tadi..

Dan ada satu hal yang bikin ane tercengang waktu mau ninggalin tempat tadi.. sambil jalan ane noleh ke belakang, si bapak udah ga ada.. ane cariin bentar,ternyata si bapak ada di depan kotak amal masjid masukin duit ke dalem kotakan itu! gw makin tersentuh ma beliau.. di tengah-tengah kesulitan yang beliau alami, beliau masi sempet amal! berbagi dengan orang lain..

Ane mewek gan.. ane ngerasa kecil banget sebagai manusia.. ane ngerasa ditunjukin sesuatu yang bener-bener hebat! Ane berdoa semoga bapak itu dilancarkan segala urusannya, diberi kemudahan dan rejeki berlimpah, dan selalu berada dalam lindungan Tuhan.

By : Rumah Zakat




from One Day One Juz's Facebook Wall

TENTANG SEBUAH BUKU DI HARI BUKU SEDUNIA Tahukah Anda buku terbaik di dunia? Ji...

TENTANG SEBUAH BUKU DI HARI BUKU SEDUNIA

Tahukah Anda buku terbaik di dunia? Jika berkenan, mohon luangkan waktu Anda untuk membaca catatan saya yang agak panjang ini.

Hari ini, 23 April, diperingati sebagai hari buku sedunia. Banyak orang tiba-tiba ramai membicarakan buku. Beberapa di antara teman-teman saya bahkan membuat daftar: Buku terbaik sepanjang masa, buku favorit yang pernah mereka baca, buku yang paling memengaruhi kehidupan mereka, dan seterusnya.

Hari ini, banyak orang membicarakan buku. Mereka mengunggah sampul buku favorit mereka dan menjadikannya gambar profil. Beberapa dari mereka menulis status berisi kutipan dari buku-buku yang pernah mereka baca, dari pengarang-pengarang terbaik yang paling mereka kagumi. Sementara beberapa yang lain membuat semacam resolusi bahwa tahun ini akan membaca lebih banyak buku dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun, di tengah berbagai judul buku yang dibicarakan, ada satu buku yang tampaknya luput dari perhatian. Buku yang di antara jutaan buku-buku lainnya seringkali dibiarkan kesepian di sudut-sudut rak perpustakaan… Buku yang di beberapa rumah dibiarkan berdebu… Buku yang beberapa orang merasa malu untuk mengutip tulisan-tulisan di dalamnya… Buku yang sering dianggap sebagai ‘bukan buku’ sehingga banyak orang enggan membaca aneka pelajaran dan kisah-kisah yang terkandung di dalamnya.

Buku itu bernama Al-Quran Al-Karim.

Dengan berbagai alasan, beberapa orang enggan menyebut dan menganggapnya sebagai buku, karena katanya ia adalah ‘kitab suci’. Menurut mereka, ia berbeda dengan buku biasa, ia adalah buku yang paling istimewa! Hey, bukankah buku yang paling istimewa pun tetap merupakan sebuah buku? Allah sendiri dalam Al-Quran bahkan menyebutnya sebagai ‘buku’ (dalam bahasa Arab, ‘kitab’)… kitab yang tak ada sedikitpun keraguan di dalamnya.

Khaled Abou el-Fadl dalam bukunya yang berjudul ‘A Conference of the Books: The Search of Beauty in Islam’ (2005) menyebut Al-Quran sebagai buku yang paling menginspirasi lahirnya jutaan buku lain setelahnya. Bagi El-Fadl, jika saja bisa terselenggara sebuah musyawarah buku, maka Al-Quran akan selalu menjadi pembicara utama yang bisa menjawab sekaligus memberi rujukan bagi berbagai persoalan yang diajukan… Ia akan menjadi titik pusat bagi jutaan bahkan miliaran buku lain yang terus-menerus bertawaf mengelilinginya.

Saya ingat sebuah cerpen dari Jorge Luis Borges yang menceritakan seorang pustkawan buta yang menjaga sebuah labirin perpustakaan raksasa. Dikisahkan suatu hari ia didatangi seorang pemuda yang mencari buku terbaik yang ada di perpustakaan itu, buku yang jika dibaca dengan baik maka akan bisa menyelesaikan seluruh persoalan hidup manusia.

“Ya, kau benar… Konon ada sebuah buku di dalam perpustakaan ini,” kata si pustakawan buta kepada sang pemuda. “Akupun terus mencarinya. Aku sudah menghabiskan seluruh hidupku untuk membaca seluruh buku yang ada di perpustakaan ini, membaca semuanya satu persatu hingga mataku menjadi buta, tetapi sayangnya aku belum berhasil menemukan buku itu…”

Hingga akhir cerita, Borges tidak mengatakan buku apa yang disebut sebagai buku terbaik yang bisa menyelesaikan seluruh persoalan umat manusia itu. Namun sang pemuda dan pustakwan buta terus mencarinya, terus mencarinya…

Ketika membaca cerpen itu, pikiran saya bertanya-tanya: Mungkinkah buku itu adalah Al-Quran?

***

Hari ini adalah hari buku sedunia. Saya merasa saya terlalu lama melupakan dan bahkan mencampakkan sebuah buku yang paling penting dan utama. Buku itu bernama Al-Quran Al-Karim.

Suatu hari saya menonton sebuah film tentang Yusuf (Joseph) yang diadaptasi dari kitab suci agama lain. Hingga film itu selesai, saya menggerutu: Film ini ngawur! Kisah Yusuf AS yang benar yang digambarkan Al-Quran bukan seperti itu! Tapi kemudian saya bertanya pada diri sendiri: Lalu, seperti apa kisah yang benar? Seperti apa Yusuf AS yang digambarkan Al-Quran?

Kemudian saya bergegas mencari Al-Quran saya, membersihkannya dari debu-debu. Lalu membaca dengan saksama kisah Yusuf AS di dalamnya. Di sana saya menyadari betapa indah buku yang sedang saya baca itu, saya takjub betapa hebat Al-Quran dalam menceritakan sesuatu… Sayangnya, mengapa selama ini saya tak mendekati Al-Quran sebagai sebuah buku? Pernahkah saya membaca Al-Quran, misalnya edisi terjemahan Bahasa Indonesianya, dari awal hingga akhir, dan menikmatinya sebagaimana saya membaca sebuah buku?

Saya jadi berpikir, bagaimana saya bisa memahami Al-Quran jika selama ini Al-Quran dibaca sepotong-sepotong? Satu ayat, satu ‘ain, satu lembar, satu surat, satu juz, dan seterusnya. Bagaimana saya bisa memahaminya jika saya membacanya sambil terburu-buru—hanya untuk menuntaskan target khataman atau mengejar setoran bacaan? Tetapi, yang paling mengguncangkan saya adalah mengapa sulit sekali saya meluangkan waktu untuk membacanya?

Saya jadi ingat nasihat guru saya, katanya, “Para Sahabat Nabi mengkhatamkan Al-Quran sekali setiap hari. Tetapi jika kau tak sanggup, bacalah al-Quran satu juz setiap hari.”

Saya bertanya pada guru saya waktu itu, “Jika tetap tidak bisa?”

“Bacalah satu surat setiap hari.” Jawabnya.

“Jika saya tak punya waktu, Guru?”

“Bacalah satu lembar setiap hari.”

“Jika tidak sempat?”

“Bacalah satu ‘ain setiap hari.”

Saya terdiam. “Jika saya begitu sibuk dan tak bisa membaca satu ‘ain setiap hari?”

Guru saya tersenyum, “Bacalah satu ayat setiap hari.”

Saya merasa gusar, lalu mengemukakan sebuah pertanyaan, “Guru, bagaimana jika saya tak bisa membaca Al-Quran?”

Guru saya tersenyum, “Pandanglah Al-Quran itu baik-baik, lalu tanyakanlah kepadanya, ‘Wahai Al-Quran, mengapa aku tak bisa membaca engkau?’

Mengapa aku tak bisa membaca engkau?

Selamat hari buku sedunia!

Melbourne, 23 April 2015

FAHD PAHDEPIE




from One Day One Juz's Facebook Wall

Rabu, 22 April 2015

Yaa allah ada apa lagi ini.. Apakah ini acara DUGEM massal after Ujian Nasional....

Yaa allah ada apa lagi ini..
Apakah ini acara DUGEM massal after Ujian Nasional...?
Hasbunallah wanimaaakil..
Mari bantu folowUp agar guru-guru atau pihak yang bertanggung jawab bisa mempertanggung jawabkanNya..

"Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (Ali Imran: 110)




from One Day One Juz's Facebook Wall

Dalam hidup, Banyak orang bergerak demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Mereka...

Dalam hidup,
Banyak orang bergerak demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Mereka berkejaran dari pagi hingga pagi kembali dengan hanya mengharapkan tercapainya kepuasan.
Di sisi lain,
Ada orang yang bergerak dalam hidup atas kesadaran dan cinta.
Mereka bergerak dgn kesadaran penuh akan tugas dan peran manusia di lansekap hidup yang fana.
Mereka yang bergerak di atas landasan kebutuhan dan keinginan akan luruh karena terpuaskan atau masuk ke jurang kekecewaan karena tak mampu menggapainya.
Sedang mereka yang bergerak karena cinta dan kesadaran sejati akan kehidupan, nama-nama mereka akan tetap ada di langit, walau jasad mereka mungkin tak ditemukan utuh di bumi.
Berharaplah, kita menjadi yang kedua.
Menjadi yang hidup karena kesejatian cinta-Nya, yang membebaskan jasad dari kepungan nafsu keinginan dan desakan kebutuan yang terus mendekati tiada henti.
Berharaplah, kita menjadi makhluk bumi yang namanya terpatri di langit.
Yang hidup hari ini, tapi orientasinya jauh melebihi kemampuan tubuhnya yang tak abadi.
Di Cinta-Nya yang abadi,
Ia luruh...
Bersimpuh
Dalam rengkuhan pemilik ruh.
#InspirasiPagi




from One Day One Juz's Facebook Wall

Dalam hidup, Banyak orang bergerak demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Mereka...

Dalam hidup,
Banyak orang bergerak demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Mereka berkejaran dari pagi hingga pagi kembali dengan hanya mengharapkan tercapainya kepuasan.
Di sisi lain,
Ada orang yang bergerak dalam hidup atas kesadaran dan cinta.
Mereka bergerak dgn kesadaran penuh akan tugas dan peran manusia di lansekap hidup yang fana.
Mereka yang bergerak di atas landasan kebutuhan dan keinginan akan luruh karena terpuaskan atau masuk ke jurang kekecewaan karena tak mampu menggapainya.
Sedang mereka yang bergerak karena cinta dan kesadaran sejati akan kehidupan, nama-nama mereka akan tetap ada di langit, walau jasad mereka mungkin tak ditemukan utuh di bumi.
Berharaplah, kita menjadi yang kedua.
Menjadi yang hidup karena kesejatian cinta-Nya, yang membebaskan jasad dari kepungan nafsu keinginan dan desakan kebutuan yang terus mendekati tiada henti.
Berharaplah, kita menjadi makhluk bumi yang namanya terpatri di langit.
Yang hidup hari ini, tapi orientasinya jauh melebihi kemampuan tubuhnya yang tak abadi.
Di Cinta-Nya yang abadi,
Ia luruh...
Bersimpuh
Dalam rengkuhan pemilik ruh.
#InspirasiPagi

from One Day One Juz's Facebook Wall

Wahai pemuda perhatikanLah masa mudaMu. Dan berbaktilah kepada orang tuaMu. Vide...

Wahai pemuda perhatikanLah masa mudaMu. Dan berbaktilah kepada orang tuaMu. Video ini akan menjadi bahan renungan untuk kita semua. Yang gg kuat jangan nonton. Siapkan tisyyu. :'(
Jangan lupa di.share agar menjadi ladang amal dan pengingat untuk sesama. :)





from One Day One Juz's Facebook Wall

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan...

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“ (Qs. ar-Rum : 41)




from One Day One Juz's Facebook Wall

reminder buat wanita yg sering memakai wangi.wangian. Rasulullah saw melanjutka...

reminder
buat wanita yg sering memakai wangi.wangian.

Rasulullah saw melanjutkan, ”Mana saja seorang perempuan yang mengenakan wewangian, kemudian keluar rumah lalu melewati orang banyak dengan maksud agar mereka mencium bau harumnya, maka perempuan itu termasuk golongan perempuan yang berzina dan setiap mata yang memandang itu melakukan zina.” (HR Ahmad, an-Nasa’i dan al-Hakim dari Ibnu Abu Musa al-Asy’ari)




from One Day One Juz's Facebook Wall

Selasa, 21 April 2015

kisah nyata... 󾁁AL-QUR'AN KECIL DAN SANG JENDRAL Suatu sore, di tahun 1525. P...

kisah nyata...

󾁁AL-QUR'AN KECIL DAN SANG JENDRAL

Suatu sore, di tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik .. itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara Ayat Suci yang amat ia benci.
"Hai ... hentikan suara jelekmu! Hentikan ...!!!" Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata.

Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.

Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.

Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Algojo, bibir keringnya hanya berkata lirih "Rabbi, wa-ana 'abduka ...".

Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata,
"Bersabarlah wahai ustadz ... Insya Allah tempatmu di Syurga".
Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.

Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai.
"Hai orang tua busuk!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!!

Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah Subhanahu wa ta'ala.. Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh".

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah.

Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'.
Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.

"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!", ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto.

Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.

Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

"Ah ... sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu.

Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam.

Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang di alaminya sewaktu masih kanak-kanak.
Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.

Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.
Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).
Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa.
Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia.
Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi.
Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua.

Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi (ibu) yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abayanya.

Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi.. ummi.. mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..."

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya.
Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah.

Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi ... Abi ... Abi ..." Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

"Hai ... siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi ..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah ... siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.

"Saya Ahmad Izzah ..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi. Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. "Hai bocah ...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.

Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi.
Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi ... Abi ... Abi ..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.
Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.

Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..." Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya.
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." Terdengar suara Roberto memelas.

Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya.
Air matanya pun turut berlinang.
Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyhadu an-laa Ilaaha illalloh, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullulloh..'.
Beliau pergi menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yang fana ini.

Kemudian..
Ahmad Izzah mendalami Islam dg sungguh-sungguh hingga akhirnya ia menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya. Dialah Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah..

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS:30:30)

MasyaAllah
Semoga ini dapat membuat hati kita luluh dengan hidayah Allah yang mudah-mudahan dapat masuk mengenai qolbu kita untuk tetap taat dan tunduk pada perintah Allah, dan RosullN

from One Day One Juz's Facebook Wall

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau. Dari lan...

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan keta'atan pada Nya demi mengkhawatirkan apa yg sudah dijamin Nya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karunia.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yg tertulis dalam angka; tapi apa yg dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yg mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru, jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusan Nya.

Kita bekerja utk bersyukur, menegakkan ta'at & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah menaruh sekehendak Nya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; TETAPI Zam-zam justru terbit di kaki bayinya??? Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu KEJUTAN.

Ia kejutan utk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan HALAL; Allah lah yg melimpahkan BEKAL.

Sekali lagi; yg terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, "Buat apa?"

Betapa banyak yg merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya "HAK PAKAI" yg halalnya akan dihisab & haramnya akan di 'adzab.

Banyak yg mencampak kan keikhlasan 'amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata utk bantu sesama; lupa bhw IBADAH apapun semata atas pertolongan Nya.

Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim"; petunjuk ke jalan orang yg diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat.

Maka segala puji bagi Allah; hanya dgn nikmat Nya-lah menjadi sempurna semua kebajikan

from One Day One Juz's Facebook Wall

Semoga Allah panggil ODOJers utk datang ke Baitullah ... Yakin, insya Allah ada...

Semoga Allah panggil ODOJers utk datang ke Baitullah ...

Yakin, insya Allah ada kemudahan bagi kamu yang niatnya baik :-D




from One Day One Juz's Facebook Wall