Siapkan fisik
Siapkan ilmu
Dan siapkan keuangan

Allahumma yassir wala tu'assir
Kusambut engkau (ramadhan) dengan suka cita (:


Timeline Photos
22 HARI MENUJU RAMADHAN Betapa mulianya bulan di mana diturunkannya Al-Qur’an sehingga para sahabat berdoa kepada Allah Subhana wa Ta’ala agar dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya. Mereka juga berdoa agar Allah Subahana wa Ta’ala menerima amal perbuatan mereka enam bulan setelahnya. Jika diibaratkan sebuah klub sepak bola, mereka akan mempersiapkan tim dengan sebaik-sebaiknya sebelum pertandingan dimulai. Karena semakin optimal persiapan yang dilakukan maka otomatis semakin optimis mereka untuk meraih kemenangan dengan usaha yang mereka lakukan. Begitu juga halnya dengan Ramadhan untuk memperoleh semua keberkahan, rahmat dan ampunan hendaknya setiap Muslim mempersiapkan dengan matang segala sesuatunya untuk meraih semua yang Allah Subahana wa Ta’ala berikan lewat bulan penuh berkah tersebut. Kesibukan dalam hal duniwi hendaknya tidak lagi mengganggu aktivitas kita kelak pada bulan Ramadhan. Karena itu persiapan pun dianggap penting dilakukan bagi Muslim, diantanya adalah: Pertama adalah persiapan mental (ruhiyah). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam memberikan tauladan bagi umatnya dalam mempersiapkan diri menyamabut Ramadhan. Aisyah pernah berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari). Memperbanyak ibadah seperti qiyamul lail, puasa-puasa sunnah dan lainnya sebagainya pada bulan sebelumnya, Sya’ban adalah sangat penting. Hal ini dilakukan sebagai pemanasan (pembiasaan). Jika kita ibaratkan sebuah tim sepak bola yang akan menghadapi musuhnya dilahan hijau tentunya yang mereka lakukan adalah pemanasan. Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan yang membuat pertandingan tidak berjalan semestinya, seperti gangguan keseimbangan, keseleo, tejang otot dan lain sebagainya. Kedua, persiapan jasadiyah. Allah Subhana wa Ta’la sangat mencintai Muslim yang kuat daripada Muslim yang lemah. Ini sangat menentukan seseorang dapat meraih secara optimal apa yang Allah limpahkan kepada kita. Ketiga, persiapan maliyah (keuangan). Persiapan yang dimaksud bukan diperuntukkan untuk foya-foya, karena sudah menahan lapar dan dahaga kemudian setelah iftor (berbuka) segala macam dilahap. Persiapan tersebut digunakan untuk melipatgandakan pahala dalam sedekah. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda: “Barang siapa yang memberikan ifthor (berbuka) kepada orang yang berpuasa , maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan Nasa’i) Persiapaan yang kempat adalah persiapan fikriyah. Untuk mendapatkan Ramadhan dengan bonus full tanpa batas tentunya kita mesti mengetahui syarat dan ketentuan yang berlaku, itu semua didapatkan dari seberapa besar kita mengetahui wawasan ilmu tentang Ramadhan. Mu’adz bin Jabal r.a berkata: “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”. #SenyumRamadhan #countdownRamadhan

from One Day One Juz's Facebook Wall

Siapkan fisik Siapkan ilmu Dan siapkan keuangan Allahumma yassir wala tu'assir...

Siapkan fisik
Siapkan ilmu
Dan siapkan keuangan

Allahumma yassir wala tu'assir
Kusambut engkau (ramadhan) dengan suka cita (:


Timeline Photos
22 HARI MENUJU RAMADHAN Betapa mulianya bulan di mana diturunkannya Al-Qur’an sehingga para sahabat berdoa kepada Allah Subhana wa Ta’ala agar dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya. Mereka juga berdoa agar Allah Subahana wa Ta’ala menerima amal perbuatan mereka enam bulan setelahnya. Jika diibaratkan sebuah klub sepak bola, mereka akan mempersiapkan tim dengan sebaik-sebaiknya sebelum pertandingan dimulai. Karena semakin optimal persiapan yang dilakukan maka otomatis semakin optimis mereka untuk meraih kemenangan dengan usaha yang mereka lakukan. Begitu juga halnya dengan Ramadhan untuk memperoleh semua keberkahan, rahmat dan ampunan hendaknya setiap Muslim mempersiapkan dengan matang segala sesuatunya untuk meraih semua yang Allah Subahana wa Ta’ala berikan lewat bulan penuh berkah tersebut. Kesibukan dalam hal duniwi hendaknya tidak lagi mengganggu aktivitas kita kelak pada bulan Ramadhan. Karena itu persiapan pun dianggap penting dilakukan bagi Muslim, diantanya adalah: Pertama adalah persiapan mental (ruhiyah). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam memberikan tauladan bagi umatnya dalam mempersiapkan diri menyamabut Ramadhan. Aisyah pernah berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari). Memperbanyak ibadah seperti qiyamul lail, puasa-puasa sunnah dan lainnya sebagainya pada bulan sebelumnya, Sya’ban adalah sangat penting. Hal ini dilakukan sebagai pemanasan (pembiasaan). Jika kita ibaratkan sebuah tim sepak bola yang akan menghadapi musuhnya dilahan hijau tentunya yang mereka lakukan adalah pemanasan. Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan yang membuat pertandingan tidak berjalan semestinya, seperti gangguan keseimbangan, keseleo, tejang otot dan lain sebagainya. Kedua, persiapan jasadiyah. Allah Subhana wa Ta’la sangat mencintai Muslim yang kuat daripada Muslim yang lemah. Ini sangat menentukan seseorang dapat meraih secara optimal apa yang Allah limpahkan kepada kita. Ketiga, persiapan maliyah (keuangan). Persiapan yang dimaksud bukan diperuntukkan untuk foya-foya, karena sudah menahan lapar dan dahaga kemudian setelah iftor (berbuka) segala macam dilahap. Persiapan tersebut digunakan untuk melipatgandakan pahala dalam sedekah. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda: “Barang siapa yang memberikan ifthor (berbuka) kepada orang yang berpuasa , maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan Nasa’i) Persiapaan yang kempat adalah persiapan fikriyah. Untuk mendapatkan Ramadhan dengan bonus full tanpa batas tentunya kita mesti mengetahui syarat dan ketentuan yang berlaku, itu semua didapatkan dari seberapa besar kita mengetahui wawasan ilmu tentang Ramadhan. Mu’adz bin Jabal r.a berkata: “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”. #SenyumRamadhan #countdownRamadhan

from One Day One Juz's Facebook Wall

Tidak ada komentar:

Posting Komentar